Dilema Menggunakan Nama Yang Dibranded

Posted by adeska on 16 Maret 2010

Banyak berita yang selalu bergulir di sekitar kita. Beberapa sempat populer dibicarakan dalam berbagai media, kemudian perlahan tenggelam oleh berita populer terbaru. Beberapa hari ini, berita mengenai rencana kedatangan Presiden USA, Barrack Obama, ke Indonesia, tengah menjadi idola pemberitaan di media offline dan online. Untuk media online, berita mengenai somasi dari Sony Corp terhadap blogger Indonesia bernama Sony Arianto Kurniawan (Sony AK), juga termasuk berita yang populer dan menarik perhatian saya, mungkin juga Anda, para blogger Indonesia.

Adalah Sony corporation --perusahaan elektronik terkenal sejagad dunia, dengan markas di Tokyo, Japan, sebagai pihak yang mengajukan somasi karena merek Sony yang dipatenkan digunakan di dunia online.

Adalah Sony Arianto Kurniawan ( Sony AK ), yang memiliki niat berbagi ilmu dan pemahamannya secara online. Sony Ardianto Kurniawan memiliki hobi menulis dan ingin berbagi ilmu di bidang IT secara online, dengan mengelola dan mengembangkan situs pribadinya yang bernama http://www.sony-ak.com.

Kesamaan nama inilah yang menjadi titik awal dilakukannya somasi antara satu pihak kepada pihak lain.

Bagaimana akhir dari kejadian ini, mari kita cermati bersama-sama endingnya.

Hanya ada sedikit catatan pemaknaan terhadap peristiwa di atas:
  1. Nama kita adalah warisan pertama dari orang tua kita, mengandung harapan, impian dan doa.
  2. Nama adalah sesuatu yang akan dan melekat pada diri kita sejak pemberian nama dilakukan, hingga akhir waktu kita. Setelah meninggal pun, nama tetap melekat (dan tertulis pada batu nisan).
  3. Perlukah nama pribadi kita dipatenkan? (hehehehe, ide yang keterlaluan). Jika memang ingin dipatenkan, sebaiknya patenkan dengan cara melahirkan karya terbaik.
  4. Untuk saat ini, menurut saya, jika ingin menggunakan nama diri untuk nama situs perlu bermawas diri dan hati-hati. Apalagi jika kebetulan nama kita sama dengan merk yang sudah branded dan dipatenkan. Inilah yang menurut saya, dilema menggunakan nama yang dibranded.
Terkait nama branded ini, saat ini saya masih tenang-tenang saja. Meskipun secara kebetulan nama saya --Ades Hendra-- mirip sama dengan nama merk produk air minum dalam kemasan di Indonesia. Jika ditanya kenapa tenang-tenang saja? Jawabnya satu: duluan siapa kiranya dalam menggunakan nama ini. Sederhana saja.
More aboutDilema Menggunakan Nama Yang Dibranded

Seru!! Grand Final Pansus Century

Posted by adeska on 04 Maret 2010

Menyaksikan dramatika politik di ruang DPR, dan berturut-turut selama dua hari ruang pikir dan hati dijejali dinamika proses rapat paripurna DPR membahas rekomendasi Pansus Century, membuat lelah pikiran dan hati. Puncaknya tadi malam. Dan rapat paripurna ditutup menjelang tengah malam, 3 Maret 2010. Semoga keputusan berdasarkan voting tadi malam, membawa berkah, menghadirkan keadilan dan kebenaran yang hakiki, dalam proses selanjutnya. Kesimpulan pribadi saya: memang Seru!! Grand Final Pansus Century ini.

Jujur, saya tidak suka politik. Tidak berafiliasi ke partai politik mana pun. Dan terkadang masih sering terpengaruh stigma: politik itu tidak bersih, sarat kepentingan, tidak ada kawan atau lawan abadi - yang ada kepentingan semata. Tapi saat pemilu 9 April 2009 lalu, saya tidak mau menjadi golongan putih (atau tidak ikut Pemilu, dan tidak memilih). Pandangan pribadi mengatakan, jika saya golput, saya tidak mempunyai hak untuk mengkritisi atau "mengadili" orang-orang yang terpilih memimpin bangsa ini. Karena saya ikut memilih, maka dengan tenang hati saya bisa menumpahkan uneg-uneg, termasuk melalui media blog.

Namun 2 tahun terakhir saya makin disadarkan bahwa, politik adalah dinamika bangsa. Politik (juga) berpengaruh terhadap dinamika bangsa. Ekonomi, sosial budaya, dan banyak lini kehidupan masyarakat. Sayang, saya belum menemukan data, seberapa jauh pengaruhnya politik bagi masyarakat bangsa Indonesia.

Harapan saya, dan mungkin kebanyakan orang lainnya, bagaimana pun gejolak dinamika politik, yang penting suasana tetap kondusif, damai tenteram, dan dinamika ekonomi (dan lainnya) berjalan lancar dan sejahtera.

Ini harapan sederhana, dan bisa jadi benar-benar menyentuh akar rumput seperti saya ini. Yang penting, saya (dan kita semua) bisa berkegiatan untuk menjalani hidup dan menghidupi orang-orang yang menjadi tanggung jawab kita, dengan enak, nyaman dan suasana damai.

Menutup posting ini, saya tetap berkesimpulan bahwa sidang paripurna DPR membahas Grand Final Pansus Century, memang Seru!!
More aboutSeru!! Grand Final Pansus Century