Menonton acara Mario Teguh The Golden Way, Minggu 1 Mei 2011 malam tadi, banyak inspirasi dan pelajaran hidup yang bisa diperoleh dan sangat bisa untuk diterapkan. Salah satunya adalah metafora yang sangat tepat untuk menggambarkan masa depan dalam kaitannya dengan waktu saat ini. Metafora yang disebut sebagai roti masa depan.
Adalah seorang anak muda sebagai audiens, yang bertanya ke Bapak Mario Teguh saat sesi tanya jawab. Ia sering merasa gelisah dan khawatir ketika memikirkan bagaimana masa depannya nanti. Bagaimana mengatasi rasa takut terhadap masa depan yang tidak pasti itu?
Motivator, sekaligus guru dan bapak bagi banyak orang ini menjawab melalui gambar. Ada gambar roti dan tulisan masa depan = roti masa depan. Mario Teguh balik bertanya, jika Anda makan roti, bagaimana cara Anda makan roti itu. Langsung dimakan sekalian, atau dipotong dan dimakan sebagian demi sebagian? Si penanya menjawab, roti dipotong-potong, dan dimakan sedikit demi sedikit. Dan demikianlah sebaiknya sikap yang dikedepankan dalam menyongsong masa depan.
Disini tergambar bagaimana penyikapan terhadap ketakutan masa depan yang dikhawatirkan itu. Kita sering membebani diri dengan pikiran-pikiran bagaimana kita diusia 10, 20 atau 30 yang akan datang. Padahal masa yang akan datang merupakan akumulasi dan himpunan dari bagaimana kita jam ini, hari ini, minggu ini, bulan ini dan jalinan kehidupan kita tahun demi tahun. Jadi, daripada berfokus pada ketakutan bayang-bayang masa depan yang masih jauh itu, akan lebih baik jika kita lebih berfokus pada kebaikan dan perbaikan diri kita saat ini, besok, setiap waktu dalam kehidupan kita. Lakukan ini, lalu perhatikan apa yang terjadi.....
Ternyata rumusan roti masa depan itu begitu lembut, nyaman dan enak dikunyah ya!
Bagaimana menurut Anda?
More about → Roti Masa Depan - Golden Ways Mario Teguh
Adalah seorang anak muda sebagai audiens, yang bertanya ke Bapak Mario Teguh saat sesi tanya jawab. Ia sering merasa gelisah dan khawatir ketika memikirkan bagaimana masa depannya nanti. Bagaimana mengatasi rasa takut terhadap masa depan yang tidak pasti itu?
Motivator, sekaligus guru dan bapak bagi banyak orang ini menjawab melalui gambar. Ada gambar roti dan tulisan masa depan = roti masa depan. Mario Teguh balik bertanya, jika Anda makan roti, bagaimana cara Anda makan roti itu. Langsung dimakan sekalian, atau dipotong dan dimakan sebagian demi sebagian? Si penanya menjawab, roti dipotong-potong, dan dimakan sedikit demi sedikit. Dan demikianlah sebaiknya sikap yang dikedepankan dalam menyongsong masa depan.
Disini tergambar bagaimana penyikapan terhadap ketakutan masa depan yang dikhawatirkan itu. Kita sering membebani diri dengan pikiran-pikiran bagaimana kita diusia 10, 20 atau 30 yang akan datang. Padahal masa yang akan datang merupakan akumulasi dan himpunan dari bagaimana kita jam ini, hari ini, minggu ini, bulan ini dan jalinan kehidupan kita tahun demi tahun. Jadi, daripada berfokus pada ketakutan bayang-bayang masa depan yang masih jauh itu, akan lebih baik jika kita lebih berfokus pada kebaikan dan perbaikan diri kita saat ini, besok, setiap waktu dalam kehidupan kita. Lakukan ini, lalu perhatikan apa yang terjadi.....
Ternyata rumusan roti masa depan itu begitu lembut, nyaman dan enak dikunyah ya!
Bagaimana menurut Anda?








